Blogroll

Matematika

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Matematika Blackboard

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Matematika Romantis

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Matematika School

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Love Matematika

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 15 Oktober 2017

PERMAINAN MATEMATIKA



Task
19. A.  Nine dots are arranged as show in the figure below, where ABCD is a square. AT=TD, DS=SC, CR=BR, and AP=PQ=QB. A triangle can be constructed by lining from dot to dot.  At most, there are … different right triangles that one can construct so that at least one of dots P, Q, R, S and T is it vertex.
Answer :

SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAAT



PEMBAHASAN

1.1   Latar Belakang
Dalam kontek sejarah perlu kiranya mengetahui sejarah perkembangan ilmu dan falsafahnya. Sinergi dengan pernyataan tentang kesatuan sejarah, yang artinya bahwa pengetahuan harus mengabdi pada umat dan manusia

SEJARAH FILSAFAT



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah

Semua manusia bisa berfilsafat. Kenapa bisa begitu ? karena filsafat adalah aktifitas berpikir, selama manusia bisa berpikir maka dia berfilsafat.

PENGEMBANGAN PENERAPAN ILMU FILSAFAT



Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang "Pengembangan Dan Penerapan Filsafat Ilmu" ini.

METODE ILMIAH



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan kehidupan Imu mengalami kemajua

KARAKTERISTIK ZUHUD ISLAM



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya

LOGIKA MATEMATIKA




BAB I
PENDAHILUAAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam bahasa sehari-hari kita sering mendengar ungkapan seperti : alasannya tidak logis, argumentasinya logis, kabar itu tidak logis

ILMU PENGETAHUAN DAN FILSAFAT



DAFTAR ISI

Ø  KATA PENGANTAR.………………………………………………..........................I
Ø  DAFTAR ISI …………………………………………………………………………II
Ø  BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Materi ……………………………………………………1
1.2  Tujuan Pembelajaran ……………………………………………………..1
Ø  BAB II            PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Ilmu dan Filsafat……………………………………………..2
2.2  Persamaan dan Perbedaan Ilmu dan Filsafat ……………………………4
2.3  Hubungan Ilmu dan Filsafat……………………………………………...5
Ø  BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………7
3.2 Saran ……………………………………………………………………..7
Ø  DAFTAR PUSTAKA















BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Materi
Di tinajau dari segi history , hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani, “philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di kemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya kecendrungan yang lain. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya merupakan satu kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah (Bertens, 1987, Nuchelmans, 1982).
Nuchelmans (1982), mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke-17, maka mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan.Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke-17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan Van Peursen(1985), yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat sehingga definisi tentang ilmu tergantung pada sistem fisafat yang di anut.
Sejak F. Bacon (1561-1626) mengembangkan semboyannya “knowledge is power”, itu dapat mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik individual maupun social menjadi sangat menentukan. Karena itu implikasi yang timbul menurut Koento Wibisono (1984), adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabangilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis.
Koento Wibisono dkk(1997) menyatakan, karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu: ontologi, epistemology, aksiologi. Hal ini didukung oleh Israel scheffler (dalam The Liang Gie, 1999), yang berpendapat bahwa filsafat ilmu mencari pengetahuan umum tentang ilmu atau tentang dunia sebagaimana yang di tunjukkan tentang ilmu.




1.2  Tujuan Pembelajaran
1.      Dapat menjelaskan pengertian ilmu dan pengetahuan
2.      Dapat mengetahui persamaan dan perbedaan ilmu dan filsafat
3.      Dapat mengetahui hubungan ilmu dan filsafat




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu dan Pengetahuan
A. Pengertian Ilmu
Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami.Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu dan pengetahuan yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses kegiatan terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat, prosedur dan metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang analisis, objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan (knowledge ) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu ilmu, sehingga pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti merupakan pengetahuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertian Ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode ilmiah tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan kondisi tertentu dalam bidang pengetahuan. Sedangkan  dalam Wikipedia Indonesia, Pengertian Ilmu/ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai bentuk kenyataan dalam alam manusia.
Beberapa pengertian ilmu menurut para ahli:
·         M. IZUDDIN TAUFIQ
                  Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat, landasan dasar ataupun asal usulnya.
·         THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun pengembangannya.
·         Dr. MAURICE BUCAILLE
            Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.
·         NS. ASMADI
            Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode ilmiah.
·         POESPOPRODJO
            Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris.
·         MINTO RAHAYU
            Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum dicoba dan diuji.
·         POPPER
            Ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.
·         DR. H. M. GADE
            Ilmu adalah falsafah.yaitu hasil pemikiran tentang batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia.
·         FRANCIS BACON
            Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya fakta-fakta yang dapat menjadi objek pengetahuan.
·         CHARLES SINGER
            Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan (science is the process which makes knowledge).

B. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakanyang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang lantas melekat di benak seseorang.Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola.Manakala informasi dan data sekedar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan.Ini lah yang disebut potensi untuk menindaki.
Pengetahuan adalah hasil pengamatan yang bersifat tetap, karena tidak memberikan tempat bagi pengkajian dan pengujian secara kritis oleh orang lain, dengan demikian tidak bersifat sistematik dan tidak objektif serta tidak universal.
Beberapa pengertian pengetahuan menurut para ahli:
·         MARTIN & OXMAN, 1988
                  Pengetahuan merupakan kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan obyek dengan tepat dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu obyek.

·         ANONIM
                  Pengetahuan adalah sumber yang luar biasa, sumber penciptaan nilai yang paling utama.
·         ROBERT M.Z. LAWANG
                  Pengetahuan adalah segala sesuatu yang dialami atau yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seseorang
·         ONNY S. PRIJONO
                  Pengetahuan adalah nilai yang membiasakan orang yang mengembannya untuk selalu tahu (sadar) tentang apa yang dia lakukan dan mandiri dalam penelitian.
·         JOHN DEWEY
                  Pengetahuan ialah perkembangan pandangan instrumentalis pragmatis, dimana kecerdasan dilihat sebagai penyesuaian yang sensitif dan fleksibel dengan bermaksud ends-in view.
·         PRANCIS BACON (1561 - 1626)
                  Selama ini pengetahuan tentang hubungan kekuasaan dan pengetahuan berasal dari filsafat ilmu, yang artinya pengetahuan ialah kekuasaan.
·         SUBANDI AL AMRSUDI
                  Pengetahuan ialah segala sesuatu kebenaran yang diterima oleh manusia, baik yang telah teruji menjadi ilmu maupun yang belum teruji.
·         LAUDON (PEARSON)
                  Pengetahuan adalah kejadian yang kognitif, bahkan fisiologis, yang terjadi dalam pikiran manusia.





2.2 Persamaan dan Perbedaan Ilmu dan Filsafat
Persamaan:
·         Keduanya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya.
·         Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada anatra kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-akibatnya.
·         Keduanya hendak memberikan sistesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
·         Keduanya mempunyai metode dan sistem.
·         Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataanseluruhnya timbul dari hasrat manusia (obyektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.
Perbedaan:
·         Obyek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita), sedangkan obyek material ilmu (pengetetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris. Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara kaku dan terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin tertentu obyek formal (sudut pandang), filsafat itu bersifat non fragmentrasi, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris ,spesifik ,dan intesif.
·         Objek formal bersifatv teknik,yang berarti cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita filsafat di laksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi ,kritis dan pengawasan sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Oleh karenaitu, nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis, sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara logis,yang dimulai dari tidak tahumenjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir, yang mutlak, dan mendalam sampai mendasar (primary cause), sedangkan ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat, yang sekunder (secondary cause).




2.3 Hubungan Ilmu dan Filsafat
Hubungan ilmu dengan filsafat pada mulanya ilmu yang pertama kali muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus menjadi bagian dari filsafat.Dan filsafat merupakan induk dari segala ilmu, karena berbicara tentang abstraksi/sebuah yang ideal.Filsafat tidak terbatas, sedangkan ilmu terbatas sehingga ilmu menarik bagian filsafat agar bisa dimengerti oleh manusia.
Filsafat berusaha mengatur hasil-hasil dari berbagai ilmu-ilmu khusus ke dalam suatu pandangan hidup dan pandangan dunia yang tersatu padukan, komprehensip (tidak ada satu bidang yang berada di luar bidang filsafat).
Pada hakikatnya filsafat dan ilmu saling terkait satu sama lain, keduanya tumbuh dari sikap refleksi, ingin tahu, da dilandasi kecintaan pada kebenaran.filsafat dengan metodenya mampu mempertanyakan keabsahan dan kebenaran ilmu, sedangkan ilmu tidak mampu mempertanyakan asumsi, kebenaran, metode, dan keabsahannya sendiri.
Ilmu merupakan masalah yang hidup bagi filsafat dan membekali filsafat dengan bahan-bahan diskriptif dan factual yang sangat perlu untuk membangun filsafat.Filsafat dapat mempelancar integrasi antara ilmu –ilmu yang dibutuhkan.
Ilmu merupakan konkritisasi dari filsafat.Filsafat dapat dilihat dan dikaji sebagai suatu ilmu, yaitu ilmu filsafat.Sebagai ilmu, filsafat memiliki objek dan metode yang khas dan bahkan dapat dirumuskan secara sistematis.Ilmu filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis refleksi, integral, radikal, logis, sistematis, dan universal.
Sebagai fenomena ilmu, filsafat dapat dilihat dari tema besarnya yaitu ontology (definisi, pengertian, konsep, mengkaji keberadaan sesuatu, membahas tentang ada, yang dapat dipahami baik secara konkret, factual, transendetal, ataupun metafisis), epistemology (substabsi, membahas pengetahuan yang akan dimiliki manusia apabila manusia itu membutuhkannya), dan aksiologi (manfaat, membahas kaidah norma dan nilai yang ada pada manusia).







BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
      Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami.Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah.
Pengetahuan adalah gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.
Lebih jelasnya persamaan ilmu dengan filsafat adalah keduanya menggunakan berfikir reflektif dalam upaya menghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan, terhadap hal-hal tersebut baik filsafat maupun ilmu bersikap kritis, berfikiran terbuka serta sangat konsern pada kebenaran, disamping perhatiannya pada pengetahuan yang teroragnisir dan sistematis. Sementara itu, perbedaan ilmu dengan filsafat adalah lebih berkaitan dengan titik tekan, dimana ilmu mengkaji bidang yang terbatas, ilmu lebih bersifat analisis dan deskriptif dalam pendekatannya, ilmu menggunakan observasi, eksperimen, dan klasifikasi data pengalaman indra serta berupaya untuk menemukan hukum-hukum atas gejala-gejala tersebut. Sedangkan filsafat, berupaya mengkaji pengalaman secara menyeluruh sehingga lebih bersifat inklusif dan menyangkup hal-hal umum dalam berbagai bidang pengalaman manusia.
Jujun S. Suriasumantri (1982:22), –dengan meminjam pemikiran Will Durant– menjelaskan hubungan antara ilmu dengan filsafat dengan mengibaratkan filsafat sebagai pasukan marinir yang berhasil merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri.Pasukan infanteri ini adalah sebagai pengetahuan yang diantaranya adalah ilmu.Filsafatlah yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan.Setelah itu, ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan, menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan.

3.2 Saran
      Filsafat menjadi sebuah ilmu yang sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal. Jadi, kami merasa ilmu filsafat ini ilmu yang tinggi yang tentu juga perlu pemahaman tinggi untuk memahaminya.Jika ada kesalahan atau ketidaksamaan pendapat dalam makalah ini, pembaca dapat memberikan masukan atau kritikan yang membangun pada kami.


DAFTAR PUSTAKA

Achmad Sanusi,.(1998 ), Filsafah Ilmu, Teori Keilmuan, dan Metode Penelitian : Memungut dan Meramu Mutiara-Mutiara yang Tercecer, Makalah, Bandung :PPS-IKIP Bandung.
Achmad Sanusi, (1999), Titik Balik Paradigma Wacana Ilmu : Implikasinya Bagi Pendidikan, Makalah, Jakarta : MajelisPendidikan Tinggi Muhammadiyah.
http://dindakodok.wordpress.com/2013/03/26/definisiperbadaan-dan-persamaan-filsafat-pengetahuanilmu-pengetahuan/
http://insanicita.blogspot.com/2012/04/pengertian-filsafat-menurut-para-tokoh.html
http://shahibul1628.wordpress.com/2012/02/24/pengertian-pengetahuan/
http://tugasteknikmesin.blogspot.com/2011/12/definisi-ilmu-pengetahuan.htmldefinisi,perbedaan,persamaan filsafat,pengetahuan dan ilmu pengetahuan