DAFTAR
ISI
Ø KATA
PENGANTAR.………………………………………………..........................I
Ø DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………II
Ø BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Materi ……………………………………………………1
1.2 Tujuan
Pembelajaran ……………………………………………………..1
Ø BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ilmu dan Filsafat……………………………………………..2
2.2 Persamaan dan Perbedaan Ilmu dan
Filsafat ……………………………4
2.3 Hubungan Ilmu dan
Filsafat……………………………………………...5
Ø BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………7
3.2 Saran ……………………………………………………………………..7
Ø DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Materi
Di tinajau dari
segi history , hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami
perkembangan yang sangat menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani,
“philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam
perkembangan ilmu pengetahuan di kemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya
kecendrungan yang lain. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya merupakan satu
kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah (Bertens, 1987, Nuchelmans, 1982).
Nuchelmans
(1982), mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad
ke-17, maka mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu
pengetahuan.Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke-17
tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat. Pendapat tersebut
sejalan dengan Van Peursen(1985), yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan
bagian dari filsafat sehingga definisi tentang ilmu tergantung pada sistem
fisafat yang di anut.
Sejak F. Bacon
(1561-1626) mengembangkan semboyannya “knowledge is power”, itu dapat
mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik
individual maupun social menjadi sangat menentukan. Karena itu implikasi yang
timbul menurut Koento Wibisono (1984), adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat
hubungannya dengan cabangilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas
antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis.
Koento Wibisono
dkk(1997) menyatakan, karena pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher
level of knowledge”, maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan
filsafat pengetahuan. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek
sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan
pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu:
ontologi, epistemology, aksiologi. Hal ini didukung oleh Israel scheffler
(dalam The Liang Gie, 1999), yang berpendapat bahwa filsafat ilmu mencari
pengetahuan umum tentang ilmu atau tentang dunia sebagaimana yang di tunjukkan
tentang ilmu.
1.2 Tujuan Pembelajaran
1.
Dapat menjelaskan pengertian ilmu dan
pengetahuan
2.
Dapat mengetahui persamaan dan perbedaan
ilmu dan filsafat
3.
Dapat mengetahui hubungan ilmu dan
filsafat
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Ilmu dan Pengetahuan
A. Pengertian Ilmu
Menurut bahasa,
arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang
berarti tahu atau mengetahui atau memahami.Sedangkan menurut istilah, ilmu
adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah. Perbedaan ilmu dan pengetahuan
yaitu : Secara umum, Pengertian Ilmu merupakan kumpulan proses kegiatan
terhadap suatu kondisi dengan menggunakan berbagai cara, alat, prosedur dan
metode ilmiah lainnya guna menghasilkan pengetahuan ilmiah yang analisis,
objektif, empiris, sistematis dan verifikatif. Sedangkan pengetahuan (knowledge
) merupakan kumpulan fakta yang meliputi bahan dasar dari suatu ilmu, sehingga
pengetahuan belum bisa disebut sebagai ilmu, tetapi ilmu pasti merupakan
pengetahuan.
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia, Pengertian Ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang
suatu bidang yang disusun secara sistematis menurut metode ilmiah tertentu yang
dapat digunakan untuk menerangkan kondisi tertentu dalam bidang pengetahuan.
Sedangkan dalam Wikipedia Indonesia, Pengertian Ilmu/ilmu pengetahuan
adalah seluruh usaha sadar untuk menemukan, menyelidiki dan meningkatkan
pemahaman manusia dari berbagai bentuk kenyataan dalam alam manusia.
Beberapa
pengertian ilmu menurut para ahli:
·
M. IZUDDIN TAUFIQ
Ilmu adalah penelusuran data atau informasi melalui
pengamatan, pengkajian dan eksperimen, dengan tujuan menetapkan hakikat,
landasan dasar ataupun asal usulnya.
·
THOMAS KUHN
Ilmu adalah himpunan
aktivitas yang menghasilkan banyak penemuan, bail dalam bentuk penolakan maupun
pengembangannya.
·
Dr. MAURICE
BUCAILLE
Ilmu adalah kunci untuk mengungkapkan segala hal, baik
dalam jangka waktu yang lama maupun sebentar.
·
NS. ASMADI
Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang padat dan
proses mengetahui melalui penyelidikan yang sistematis dan terkendali (metode
ilmiah.
·
POESPOPRODJO
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris.
Ilmu adalah proses perbaikan diri secara bersinambungan yang meliputi perkembangan teori dan uji empiris.
·
MINTO RAHAYU
Ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara
sistematis dan berlaku umum, sedangkan pengetahuan adalah pengalaman yang
bersifat pribadi/kelompok dan belum disusun secara sistematis karena belum
dicoba dan diuji.
·
POPPER
Ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.
Ilmu adalah tetap dalam keseluruhan dan hanya mungkin direorganisasi.
·
DR. H. M. GADE
Ilmu adalah falsafah.yaitu hasil pemikiran tentang
batas-batas kemungkinan pengetahuan manusia.
·
FRANCIS BACON
Ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid dan hanya
fakta-fakta yang dapat menjadi objek pengetahuan.
·
CHARLES SINGER
Ilmu adalah suatu proses yang membuat pengetahuan
(science is the process which makes knowledge).
B. Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah gejala
yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul
ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian
tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika
seseorang mencicipi masakanyang
baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan
aroma masakan tersebut.
Pengetahuan adalah informasi yang
telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang lantas
melekat di benak seseorang.Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan
prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola.Manakala
informasi dan data sekedar
berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka
pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan.Ini lah yang disebut
potensi untuk menindaki.
Pengetahuan adalah hasil pengamatan yang bersifat tetap,
karena tidak memberikan tempat bagi pengkajian dan pengujian secara kritis oleh
orang lain, dengan demikian tidak bersifat sistematik dan tidak objektif serta
tidak universal.
Beberapa pengertian pengetahuan menurut para ahli:
·
MARTIN & OXMAN, 1988
Pengetahuan merupakan
kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan obyek dengan tepat
dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu obyek.
·
ANONIM
Pengetahuan adalah sumber yang
luar biasa, sumber penciptaan nilai yang paling utama.
·
ROBERT M.Z. LAWANG
Pengetahuan adalah segala
sesuatu yang dialami atau yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seseorang
·
ONNY S. PRIJONO
Pengetahuan adalah nilai yang
membiasakan orang yang mengembannya untuk selalu tahu (sadar) tentang apa yang
dia lakukan dan mandiri dalam penelitian.
·
JOHN DEWEY
Pengetahuan ialah perkembangan
pandangan instrumentalis pragmatis, dimana kecerdasan dilihat sebagai
penyesuaian yang sensitif dan fleksibel dengan bermaksud ends-in view.
·
PRANCIS BACON (1561 - 1626)
Selama ini pengetahuan tentang
hubungan kekuasaan dan pengetahuan berasal dari filsafat ilmu, yang artinya
pengetahuan ialah kekuasaan.
·
SUBANDI AL AMRSUDI
Pengetahuan ialah segala
sesuatu kebenaran yang diterima oleh manusia, baik yang telah teruji menjadi
ilmu maupun yang belum teruji.
·
LAUDON (PEARSON)
Pengetahuan adalah kejadian
yang kognitif, bahkan fisiologis, yang terjadi dalam pikiran manusia.
2.2
Persamaan dan Perbedaan Ilmu dan Filsafat
Persamaan:
·
Keduanya mencari rumusan yang
sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai ke akar-akarnya.
·
Keduanya memberikan pengertian mengenai
hubungan atau koheren yang ada anatra kejadian-kejadian yang kita alami dan
mencoba menunjukan sebab-akibatnya.
·
Keduanya hendak memberikan sistesis,
yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
·
Keduanya mempunyai metode dan sistem.
·
Keduanya hendak memberikan penjelasan
tentang kenyataanseluruhnya timbul dari hasrat manusia (obyektivitas), akan
pengetahuan yang lebih mendasar.
Perbedaan:
·
Obyek material (lapangan) filsafat itu
bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita), sedangkan
obyek material ilmu (pengetetahuan ilmiah) itu bersifat khusus dan empiris.
Artinya, ilmu hanya terfokus pada disiplin bidang masing-masing secara kaku dan
terkotak-kotak, sedangkan kajian filsafat tidak terkotak-kotak dalam disiplin
tertentu obyek formal (sudut pandang), filsafat itu bersifat non fragmentrasi,
karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas,
mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris ,spesifik ,dan
intesif.
·
Objek formal bersifatv teknik,yang
berarti cara ide-ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita
filsafat di laksanakan dalam suasana pengetahuan yang menonjolkan daya
spekulasi ,kritis dan pengawasan sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat
pendekatan trial and error. Oleh karenaitu, nilai ilmu terletak pada kegunaan
pragmatis, sedangkan kegunaan filsafat timbul dari nilainya filsafat memuat
pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas
sehari-hari, sedangkan ilmu bersifat diskursif, yaitu menguraikan secara
logis,yang dimulai dari tidak tahumenjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan
yang terakhir, yang mutlak, dan mendalam sampai mendasar (primary cause),
sedangkan ilmu menunjukkan sebab-sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih
dekat, yang sekunder (secondary cause).
2.3
Hubungan Ilmu dan Filsafat
Hubungan ilmu dengan
filsafat pada mulanya ilmu yang pertama kali muncul adalah filsafat dan
ilmu-ilmu khusus menjadi bagian dari filsafat.Dan filsafat merupakan induk dari
segala ilmu, karena berbicara tentang abstraksi/sebuah yang ideal.Filsafat
tidak terbatas, sedangkan ilmu terbatas sehingga ilmu menarik bagian filsafat
agar bisa dimengerti oleh manusia.
Filsafat berusaha
mengatur hasil-hasil dari berbagai ilmu-ilmu khusus ke dalam suatu pandangan
hidup dan pandangan dunia yang tersatu padukan, komprehensip (tidak ada satu
bidang yang berada di luar bidang filsafat).
Pada hakikatnya
filsafat dan ilmu saling terkait satu sama lain, keduanya tumbuh dari sikap
refleksi, ingin tahu, da dilandasi kecintaan pada kebenaran.filsafat dengan
metodenya mampu mempertanyakan keabsahan dan kebenaran ilmu, sedangkan ilmu
tidak mampu mempertanyakan asumsi, kebenaran, metode, dan keabsahannya sendiri.
Ilmu merupakan masalah
yang hidup bagi filsafat dan membekali filsafat dengan bahan-bahan diskriptif
dan factual yang sangat perlu untuk membangun filsafat.Filsafat dapat
mempelancar integrasi antara ilmu –ilmu yang dibutuhkan.
Ilmu merupakan
konkritisasi dari filsafat.Filsafat dapat dilihat dan dikaji sebagai suatu
ilmu, yaitu ilmu filsafat.Sebagai ilmu, filsafat memiliki objek dan metode yang
khas dan bahkan dapat dirumuskan secara sistematis.Ilmu filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis
refleksi, integral, radikal, logis, sistematis, dan universal.
Sebagai fenomena ilmu,
filsafat dapat dilihat dari tema besarnya yaitu ontology (definisi, pengertian,
konsep, mengkaji keberadaan sesuatu, membahas tentang ada, yang dapat dipahami
baik secara konkret, factual, transendetal, ataupun metafisis), epistemology (substabsi,
membahas pengetahuan yang akan dimiliki manusia apabila manusia itu
membutuhkannya), dan aksiologi (manfaat, membahas kaidah norma dan nilai yang
ada pada manusia).
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa
Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami.Sedangkan
menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah.
Pengetahuan adalah gejala
yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul
ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian
tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.
Lebih jelasnya
persamaan ilmu dengan filsafat adalah keduanya menggunakan berfikir reflektif
dalam upaya menghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan, terhadap
hal-hal tersebut baik filsafat maupun ilmu bersikap kritis, berfikiran terbuka
serta sangat konsern pada kebenaran, disamping perhatiannya pada pengetahuan
yang teroragnisir dan sistematis. Sementara itu, perbedaan ilmu dengan filsafat
adalah lebih berkaitan dengan titik tekan, dimana ilmu mengkaji bidang yang
terbatas, ilmu lebih bersifat analisis dan deskriptif dalam pendekatannya, ilmu
menggunakan observasi, eksperimen, dan klasifikasi data pengalaman indra serta
berupaya untuk menemukan hukum-hukum atas gejala-gejala tersebut. Sedangkan
filsafat, berupaya mengkaji pengalaman secara menyeluruh sehingga lebih
bersifat inklusif dan menyangkup hal-hal umum dalam berbagai bidang pengalaman
manusia.
Jujun S. Suriasumantri
(1982:22), –dengan meminjam pemikiran Will Durant– menjelaskan hubungan antara
ilmu dengan filsafat dengan mengibaratkan filsafat sebagai pasukan marinir yang
berhasil merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri.Pasukan infanteri
ini adalah sebagai pengetahuan yang diantaranya adalah ilmu.Filsafatlah yang
memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan.Setelah itu, ilmulah yang
membelah gunung dan merambah hutan, menyempurnakan kemenangan ini menjadi
pengetahuan yang dapat diandalkan.
3.2 Saran
Filsafat menjadi sebuah ilmu yang sisi-sisi tertentu berciri
eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa
penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju
sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap
skeptis yang mempertanyakan segala hal. Jadi, kami merasa ilmu filsafat ini
ilmu yang tinggi yang tentu juga perlu pemahaman tinggi untuk memahaminya.Jika
ada kesalahan atau ketidaksamaan pendapat dalam makalah ini, pembaca dapat
memberikan masukan atau kritikan yang membangun pada kami.
DAFTAR
PUSTAKA
Achmad
Sanusi,.(1998 ), Filsafah Ilmu, Teori Keilmuan, dan Metode Penelitian : Memungut
dan Meramu Mutiara-Mutiara yang Tercecer, Makalah, Bandung :PPS-IKIP Bandung.
Achmad
Sanusi, (1999), Titik Balik Paradigma Wacana Ilmu : Implikasinya Bagi
Pendidikan, Makalah, Jakarta : MajelisPendidikan Tinggi Muhammadiyah.
http://dindakodok.wordpress.com/2013/03/26/definisiperbadaan-dan-persamaan-filsafat-pengetahuanilmu-pengetahuan/
http://insanicita.blogspot.com/2012/04/pengertian-filsafat-menurut-para-tokoh.html
http://shahibul1628.wordpress.com/2012/02/24/pengertian-pengetahuan/
http://tugasteknikmesin.blogspot.com/2011/12/definisi-ilmu-pengetahuan.htmldefinisi,perbedaan,persamaan
filsafat,pengetahuan dan ilmu pengetahuan







0 komentar:
Posting Komentar