KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “CARA KERJA ILMUAN II (kebenaran ilmiah dan sikap ilmuan)”, yang
mana makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah FISAFAT.Adapun yang kami bahas dalam makalah ini yaitu
kebenaran ilmiah dan sikap ilmuan.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan-kekurangannya, hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan, waktu,
serta sumber yang kami miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya
membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan penyusunan selanjutnya.
Akhirnya kami berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.
Mataram, 21 September 2016
A.
KEBENARAN ILMIAH
1.
Pengertian kebenaran
Aristoteles
mendefinisikan kebenaran adalah soal kesesuaian antara apa yang diklaim sebagai
sesuatu yang diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya. Benar dan salah adalah
soal sesuai tidaknya apa yang dikatakan dengan kenyataan sebagaimana adanya.
Dalam
kamus umum bahasa Indonesia (oleh purwadarmita) ditemukan arti kebenaran yaitu:
·
Keadaan yang benar (cocok dengan hal atau keadaan sesungguhnya).
·
Sesuatu yang benar (sunggu sungguh ada).
·
Kejujuran (ketulusan hati).
Kebenaran dapat dibagi dalam tiga jenis menurut telaah dalam
filsafat ilmu yaitu:
·
Kebenaran epistemological, adalah
kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia.
·
Pengetahuan ontologikal, adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang
melekat kepada segala sesuatu yang ada maupun diadakan.
·
Kebenaran semantikal, adalah kebenaran yang terdapat serta
melekat di dalam tutur kata dan bahasa.
2.
Pengertian ilmiah
Dalam
kamus Imiah berasal dari kata ilmu artinya pengetahuan. Namun, dalam kajian
filsafat ilmu dan pengetahuan dibedakan.
Pengetahuan bukan ilmu, tetapi ilmu merupakan akumulasi pengetahuan. Sedangkann
yang dimaksud ilmiah adalah pengetahuan yang didasarkan atas terpenuhinya
syarat syarat ilmiah, terutama menyangkut teori yang menunjang dan sesuai
dengan bukti.
Dari
pengertian tersebut dapat diartikan
bahwa ilmu atau ilmiah merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui syarat
syarat tertentu. Syarat syarat ini kemudian disebut dengan metode ilmiah.
Metode merupakan prosedur atau cara
mengetahui sesuatu dan mempunyai langkah langkah yang sistematis.
3.
Pengertian kebenaran ilmiah
Kebenaran
ilmiah adalah kesesuaian antara pengetahuan dengan obyek, kesesuaian ini
didukung dengan syarat syarat tertentu juga didukung dengan teori yang
menunjang dan sesuai dengan bukti.
Kebenaran
ilmiah adalah kebenaran yang ditemukan melalui budi daya manusia. Melalui
berbagai uji coba dan penelitian sehingga akhirnya membentuk satu sikap bahwa
kebenaran ilmiah adalah kebenaran sesungguhnya. kebenaran ilmiahn adalah
kebenaran yang hakiki sedangkan
kebenaran hakiki adalah kebenaran yang diakui oleh siapapun, inilah kebenaran
yang sebenarnya.
B.
SIKAP ILMUAN
Ilmuan adalah orang yang ahli atau memiliki banyak pengetahuan
mengenai suatu ilmu.
Dalam melakukan kegiatannya, baik dalam penelitian maupun dalam
pengembangan konsep, seorang ilmuan dituntut untuk memiliki sikap sikap
tertentu. Ia harus memiliki sikap sikap positif sbagai pencerminan dari
kepastiannya sebagai manusia terpelajar yang selalu mencari kebenaran dari
sumber sumber asalnya.
1)
Berpikir kritis
Berpikir
kritis erat kaitannya dengan logika dan keterampilan menyelesaikan masalah.
Logika telah menjadi bagian terpenting dari berpikir kritis. Dengan disiplin
logika, seorang ilmuan akan bekerja menyelesaikan masalah dan mengungkap
kebenaran dengan logis dan sistematis mengikuti alur pemikiran yang teratur.
2)
Inkuairi
Seorang
ilmuan senantiasa mempertanyakn apa, mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi,
atu apa, mengapa dan bagaimana suatu masalah itu muncul. Dengan pertanyaan
pertanyaa itu dia tak hanya diam dan merenung, namun juga mencari iformasi
melalui berbagai sumbe, dan berusaha memecahkan masalah yang ia temukan. Sikap
ini dinamakan inkuari yang merupakan sikap naluriah yang dibawa anak sejak
lahir.
1.
Tekun dan teliti
Ketekunan
dan ketelitian merupakan senjata ampuh bagi ilmuan karena tanpa ketekunan dan
ketelitian, experiment yang membosankan ditinjau dari segi waktu tidak akan
memeberikan hasil yang tidak diinginkan. Sikap tekun dan teliti menuntut imuan
agar tidak tergesa gesa dalam mengambil kesimpulan, dapat berfikir secara
sistimematik, sehingga tidak menghasilkan kesimpulan yang kontoversial.
2.
Skeptik
Istilah
skeptik ini berarti tidak mudah percaya, selalu meragukan sebelum sesuatu dapat
dibuktikan. Atas dasar inilah, sikap skeptik
akan mendorong seorang ilmuan untuk meneliti kembali pekerjaan ilmuan
sebelumnya, misalnya dengan memperbanyak variabel atau menelusuri prosedur
penelitian yang telah dilakukan orang lain.
Sikap
skeptik juga menunjukkan keluasan wawasan yang dimiliki seorang ilmuan. Dengan
wawasan lebih yang dimilikinya, seorang ilmuan dapat melihat sesuatu dari
berbagai perspektif, sehigga dapat lebih jeli melihat kekurangan atau
keelemahan sebuah obyek (ilmu) untuk kemudian diperbaiki dan disempurnakan.
3.
Jujur dan bertanggung jawab terhadap masyarakat
Dalam
melakukan penelitian, seorang ilmuan tidak boleh memanipulasi data. Artinya
apapun hasil yang diperoleh harus dikomunikasikan di depan sesamma ilmuan
dengan penuh kejujuran. Seorang ilmuan akan sangat tercela jika penelitian yang
dilakukannya hanyalah sebuah jiplakan orang lain yang dikemas dengan penampilan
lain. Publikasi yang dilakukannya, pada akhirnya akan diketahui khalayak
sebagai suatu kebohongan besar.
4.
Terbuka
Seorang
ilmuan harus dapat menerima saran dan kritik dari orang lain. Informasi tentang
hasil penelitian biasanya memperoleh tanggapan dan saran atau kritik dari
sesama ilmuan. Kritik, khususnya yang
membangun harus dapat diterima dengan lapang dada. Karena dengan demikian
seorang peneliti dapat mengintroeksi dan memperbaiki kesalahan atau kekurang
telitian yang telah diperbuat. Disamping menyadari kekurangannya itu, ia juga
menghargai pendapat orang lain.
5.
Toleran
Seorang
ilmuan tidak merasa bahwa ia paling hebat.
Ia bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin mempunyai pengetahuan yang
lebih uas, atau mungkin saja pendapatnya bisa salah. Dalam belajar menambah ilmu pengetahuan ia
bersedia belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan pendapat
orang lain, serta tidak meaksakan suatu pendapat kepada orang lain. Dalam pikiran seorang ilmuan terdapat ruang
“toleran”, sebuah ruang untuk menempatkan kebenaran ilmiah sebagai sesuatu yang
lebih bebas untuk diinterprestasikan dalam batas batas tertentu. Batas tegas
dalam jiwa seorang ilmuan hanya ada
antara kebenaran dengan ketidakbenaran. Seorang ilmuan akan menyatakan dengan
mantap “pendapatku memang benar, tapi mungkin mengandung kesalahan. Dan
pendapat orang lain memang salah (kurang tepat), tapi mungkin mengandung
kebenaran”.
A.
Kesimpulan
Kebenaran
adalah kesesuaian antara pengetahuan dengan objek. Pengetahuan yang tidak
sesuai dengan objek dipandang sebagai kekeliruan.
ilmu atau ilmiah merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui
syarat syarat tertentu. Syarat syarat ini kemudian disebut dengan metode
ilmiah.
Kebenaran ilmiah adalah kebenaran
yang bersifat mutlak dengan pembuktian melalui beberapa tahapan atau proses
menuju pencapaian kebenaran tersebut.
seorang ilmuan dituntut untuk memiliki sikap
B.
Saran
Menyadari bahwa
penulis adalah manusia biasa, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun, agar makalah ini menjadi lebih baik lagi.







0 komentar:
Posting Komentar